Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Senin, 11 Maret 2013
isi hati kala senja
selalu ironi yang kutemui
ketika aku masih menyapamu
kau masih tertutup pada sikapmu
entah ada rasa atau tidak aku tidak tahu
ketika aku tak ingin mengganggumu lagi
tak ku duga kau menyapaku terlebih dulu
setelah aku berusaha tak terlihat lagi
olehmu..
pernah ku berkata dalam hati,
mungkin ku harus menghilang dulu
agar kau sadar akan kehadiranku
yah... itu memang benar
namun menyakitkan jika dirasakan.
aku harap dengan ini kamu bisa belajar.
AR ,, 11 Maret 2013
Rabu, 04 Juli 2012
puisi cipta saat senja
langit senja mempertajam perihku
ketika angin berhembus
menusuk jantung piluku
kejenuhan tak berujung
menyisakan luka batin tak terobati
relung hati masih terkoyak
nyeri terbelenggu
masih tak terjawab akan tanyaku...
malam yang menyambut kegundahan
bintang tak satupun terbit
bulan enggan menemani hati yang risau
tinggalah ku tak satupun mengerti..
hanya diri sendiri... ,
lebih baik ku mencoba mengerti diriku sendiri..
Minggu, 03 Juni 2012
curahan hati
mimpi...
awal dari masa kembali
inginnya untuk memutar waktu
yang kian terasa kilat berlalu
waktu bergulir seakan ku tak ada
raga masih menatap
jauh ke arah tanpa batas
hati gundah.. mataku pun letih
berharap tuk temu jawaban
jawaban atas kisah tanpa akhir masa lalu
sepenggal kasih yang ku robek
dengan kebodohan nyata
yang ku sesali kini
penyesalan tak kunjung terbang
masih menyisakan tetes jatuh ke dalam
angan yang kian tajam
tak pernah jua menangkap jawab
waktu dulu tak kan pernah terulang..
mataku terpejam untuk menyapa mata teduhmu
tersenyumlah... pada dua bola berkabut
yang tengah menatapmu lekat.
Senin, 28 Mei 2012
isi hati
kisah...
yang ku tahu selalu ada akhir
namun tampaknya..
tak berlaku pada kisah ini..
segala ketidak jelasan
kata-kata yang hilang...
memimpin angan
untuk menemukanmu
entah pada bayangan... atau mimpi
ku mengingat seseorang
yang tak ku tahu tengah dimana
selanjutnya hanyalah menerawang
tak pernah ku temu jawaban
terus bertanya pada batin
kusadar..
benakku pun lelah
membuat jawaban sendiri..
lelah... dengan segala prasangka
ku tak mengerti
apa yang tengah terjadi pada duniaku
begitu sulit menemukan sosok dingin itu
lagi-lagi yang kutemui...
kisah tanpa akhir...
Jumat, 18 Mei 2012
puisi galau
ketika senja..
masih lama untuk menari
ku terpaku pada ujung anak tangga
meresapi segala pilu
yang tak kusangka menusuk
lebih dari satu menit
kenangan itu muncul kembali
seolah baru kemarin kecewa itu dimulai
aku tahu...
dia telah lama hilang
dari sorot mataku yang lama sepi
menatap kosong keberadaan dirinya
bayangannya tak pernah terlihat lagi
pada jendela mata penuh bulir
entah bagaimana cara
mengembalikan senyum tulus
dan tatapan sejuk itu...
tak pernah dia berkunjung pada mimpiku
tak sekalipun sejak perpisahan itu...
mustahilkah jika aku berharap dia di hadapanku sekarang?
masih lama untuk menari
ku terpaku pada ujung anak tangga
meresapi segala pilu
yang tak kusangka menusuk
lebih dari satu menit
kenangan itu muncul kembali
seolah baru kemarin kecewa itu dimulai
aku tahu...
dia telah lama hilang
dari sorot mataku yang lama sepi
menatap kosong keberadaan dirinya
bayangannya tak pernah terlihat lagi
pada jendela mata penuh bulir
entah bagaimana cara
mengembalikan senyum tulus
dan tatapan sejuk itu...
tak pernah dia berkunjung pada mimpiku
tak sekalipun sejak perpisahan itu...
mustahilkah jika aku berharap dia di hadapanku sekarang?
Jumat, 11 Mei 2012
senja...
telah lama kau kunanti
detik demi detik terus ku lalui
menunggu saat-saat hadirnya kembali
pilu dalam sesal..
namun aku tenang di dalamnya..
ketenangan dalam kepiluanku
sebuah tamparan keras pada hati
namun raga tak berontak
terbiasa hanya sendiri merasakan perih
tak seorang pun ada...
ingin berbagi, pada senja pilu ini
Tuhan..
tak perlu ku mengadu
Sudah sangat tahu
kepiluan apa yang masih terpendam
dan lagi... kabut itu mengaburkan pandangan
meneteskan tangisan batin
yang hanya akan pecah..
kala senja tersenyum menatapnya...
telah lama kau kunanti
detik demi detik terus ku lalui
menunggu saat-saat hadirnya kembali
pilu dalam sesal..
namun aku tenang di dalamnya..
ketenangan dalam kepiluanku
sebuah tamparan keras pada hati
namun raga tak berontak
terbiasa hanya sendiri merasakan perih
tak seorang pun ada...
ingin berbagi, pada senja pilu ini
Tuhan..
tak perlu ku mengadu
Sudah sangat tahu
kepiluan apa yang masih terpendam
dan lagi... kabut itu mengaburkan pandangan
meneteskan tangisan batin
yang hanya akan pecah..
kala senja tersenyum menatapnya...
Langganan:
Postingan (Atom)